Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Maret 2014

Perbedaan Hukum Perdata dan Hukum Pidana Berdasarkan Pelaksanaannya

  1. Pelanggaran terhadap norma hukum perdata ditindaki oleh pengadilan setelah adanya pengaduan oleh pihak yang merasa dirugikan oleh pihak lain. Pihak yang mengadukan pelanggaran menjadi penggugat dalam perkara tersebut
  2. Pelanggaran terhadap hukum pidana pada umumnya segera diambil tindakan oleh pengadilan tanpa harus adanya pengaduan dari pihak yang merasa dirugikan. Setelah terjadi pelanggaran terhadap hukum pidana, maka alat-alat perlengkapan seperti polisi, jaksa dan hakim segera bertindak.
Sumber : http://mrprayzholic.blogspot.com/2011/05/perbedaan-hukum-perdata-dan-hukum_23.html

Pembagian Hukum Menurut Cara Mempertahankannya

1. Hukum Material

Hukum material adalah hukum yang memuat mengenai peraturan yang mengatur kepentingan dan hubungan yang berupa perintah-perintah dan larangan-larangan.

Contoh:

a. Hukum Pidana Material

b. Hukum Perdata Material

2. Hukum Acara

Hukum acara adalah hukum yang memuat berbagai peraturan yang mengatur bagaimana cara mengajukan suatu perkara ke muka pengadilan dan bagaimana caranya hakim memberikan putusan.

Contoh:

a. Hukum Acara Pidana

b. Hukum Acara Perdata

Sumber : http://mrprayzholic.blogspot.com/2011/05/pembagian-hukum-menurut-cara.html

Minggu, 09 Februari 2014

The Legend of Patin Fish

Folklore from Riau
Once upon a time, lived an old fisherman. His name was Awang Gading and he lived alone. His wife died a long time ago and he did not have any child.
In one morning, Awang Gading was fishing. He hoped he could catch some fish today. Sadly, he was not lucky. It was almost dark but he still did not catch a fish yet. He planned to go home and rowed his sampan to the riverside.When he reached the riverside, he heard a baby cry. He was surprised. It was almost dark and he did not see anyone there. However, he still tried to find the baby. Finally he found the baby! It was a baby girl and she was very beautiful. Carefully, Awang held the baby and brought her home.
In the morning, he told the head of the village about the baby. When the head of the village saw the baby, he said, “You are lucky. The baby is the child of the spirit of the river. Please take care of her.” Awang Gading was very happy. He named the baby girl Dayang Kumunah. He took care of her with great love. Dayang Kumunah grew as a very beautiful and diligent girl. However, there was something strange about her. She never laughed. Dayang Kumunah was so famous for her beauty.
One of the young men who fell in love with her was Awangku Usop. He was a handsome and rich man. He proposed Dayang Kumunah to be his wife. Dayang Kumuna agreed, but he had to promise one thing. He never asked Dayang Kumunah to laugh. Though he felt very strange, Awangku Usop agreed to promise. Then, they got married. Sadly, after they got married, Awang Gading died. Dayang Kumunah was very sad. He loved his father very much.
Days passed by, now Dayang Kumunah and Awangku Usop had five children. Awangku Usop actually wanted to know why Dayang Kumunah never laughed. However, he did not want to break his promise.
Their youngest child was still a toddler. He just learned how to walk. One day, the whole family gathered in the house. They saw the youngest child tried to walk. Everybody was laughing because the child was so funny. Everybody was laughing except Dayang Kumunah. This time Awangku Usop could not hold it anymore. And he broke his promise, he asked his wife to laugh.
“I have told you not to ask me to laugh, why did you break your promise?” Said Dayang Kumunah.
“I am really curious. We have been married for years but I never see you laugh,” said Awangku Usop.
Then Dayang Kumunah did it, she laughed. And when she laughed people could see her fish gills. Dayang Kumunah was so sad. She ran to the river and swam. Awangku Usop and the children followed her. They saw Dayang Kumunah slowly changed into a fish. Awangku Usop was really sad. He already broke his promise.

“Please take care of our children. I am not a human. I am from the river and I will live here,” said Dayang Kumunah. She then changed into a fish. People named the fish as Patin Fish.

For Ms Word can be downloaded here.

Minggu, 24 November 2013

Orang Kaya yang Baik Hati

Pada suatu hari seorang yang kaya raya mengendarai mobilnya di suatu
pedesaan. Ia menghentikan mobilnya ketika ia melihat ada seorang ibu
sedang memakan rumput. Ia bertanya pada ibu itu mengapa ia memakan
rumput. Ibu itu dengan sedih berkata, “Ya saya sangat miskin, saya
sudah tidak punya apa-apa lagi untuk dimakan.”
“Kalau begitu ayo ikut aku ke rumahku.”
“Tetapi saya mempunyai tujuh orang anak.”
“Dimana mereka?”
Ibu untuk menunjuk ke suatu tempat. Di situ ia melihat ada tujuh orang
anak yang juga sedang memakan rumput.
“Ayo ajak mereka sekalian.”
Mereka pun masuk ke mobil orang kaya itu. Ibu itu yang merasa terharu
akan kebaikan orang itu bertanya,
“Pak, apa yang mendorong bapak begitu baik untuk mengajak kami semua?”
Orang itu hanya menjawab, “Kebetulan rumput di rumah saya sudah
panjang-panjang.”

Minggu, 10 November 2013

Tembang Mijil

(Laras Pelog Pathet Barang)
   2     3     5      6    6     6      6    6     5     6 7 
Cep  me - ne - nga  a - nak - ku  cah  ma - nis
 5    3   5     5   5 6    6
A - ja  ga - we  ka - gol
 5     6   7    5 6    3      2     2     2   2    3 2 7
Ka - e  ka - ton  rem - bu - la – ne  ge - dhe
 6    7   2     3    2      7     7    7    7    7
gi - lar  gi - lar  cah - ya - ne  ne - la - hi
 2    3     3     3     3    3
A - yo  Sun  do - la - ni
 6    7     2   2   3 2 7 6
sa - bi - sa  bi - sa - mu

Selasa, 22 Oktober 2013

Energi Ionisasi

Energi ionisasi adalah energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron valensi dari suatu atom atau ion dalam wujud gas. Contohnya:
Na (g) → Na+ (g) + e

Nilai energi ionisasi bergantung pada jarak elektron valensi terhadap inti atom. Makin jauh jarak elektron valensi terhadap inti atom, makin lemah tarikan inti terhadap elektron sehingga energi ionisasi makin kecil. Semakin kecil energi ionisasi, semakin mudah suatu atom melepas elektronnya membentuk ion negatif. Hal ini dikarenakan kekuatan inti semakin kuat sehingga diperlukan energi yang besar untuk melepaskan 1 elektron.

Dalam tabel periodik, harga energi ionisasi menunjukkan sifat keperiodikan. Dalam satu periode dari kiri ke kanan, harga energi ionisasi semakin besar. Dalam satu golongan, dari kiri ke kanan, harga energi ionisasi semakin berkurang.

Kecenderungan energi ionisasi jika diurutkan dari kiri ke kanan pada periode yang sama
Karena tarikan inti terhadap elektron valensi bertambah (semakin sulit melepaskan elektron), energi ionisasi cenderung semakin besar seiring dengan bertambahnya nomor atom.

Unsur-unsur dengan golongan yang sama

Dalam satu golongan, energi ionisasi akan semakin lemah seiring dengan bertambahnya nomor atom. Hal tersebut disebabkan karena jari-jari atom semakin besar, jarak dari inti ke elektron valensi semakin jauh, sehingga untuk melepaskan elektron valensi dibutuhkan energi yang kecil.

Selasa, 08 Oktober 2013

HAM di Bidang Sosial


HAK ASASI MANUSIA
Menurut Pasal 1 Ayat (1) UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia,
Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hak asasi merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan dan perlindungan harkat dan martabat manusia.
HAM di Bidang Sosial
Hak asasi manusia bidang sosial adalah hak asasi manusia yang berkaitan dengan :
1.      Hak atas jaminan social
Sesuai dengan Pasal 28H ayat (3) Perubahan UUD 1945 (Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat)
Setiap warga berhak mendapat jaminan sosial. Jaminan sosial tersebut harus bersifat jangka panjang dan mesti diprioritaskan agar terealisasi dengan baik seperti dengan adanya jaminan kesehatan, kecelakan, jaminan kematian, hidup layak, dll.
UU 40 tahun 2004, bahwa setiap orang berhak atas jaminan sosial untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak dan meningkatkan martabat menuju terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur.

2.      Hak atas perumahan
Sesuai UU Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman, disebutkan bahwa setiap warga negara mempunyai hak untuk menempati dan/atau menikmati dan/atau memiliki rumah yang layak dalam lingkungan yang sehat, aman, serasi dan teratur, menjelaskan bahwa rumah yang layak menjadi hak setiap warga negara Indonesia.
Dari standar internasional HAM, kita dapat meminjam makna rumah yang memadai, yakni ketersediaan pelayanan, material, fasilitas dan infrastruktur. Memadai juga mengandung makna adanya pemenuhan prinsip-prinsip seperti
•       affordability (terjangkau)
•       habitability (memadai untuk dihuni)
•       accessibility (dapat dimiliki dan dimanfaatkan).
Selanjutnya, ‘memadai’ juga mempertimbangkan faktor-faktor yang wajib dipertimbangkan dan dipenuhi seperti faktor lokasi  dan lingkungan. 
Penggusuran paksa, berkaitan dengan hak atas perumahan, dapat dikategorikan sebagai kejahatan berat HAM. Dilevel internasional, Komisi HAM PB (UNCHR) pernah mengeluarkan sebuah resolusi, tanggal 10 Maret 1993. Dalam resolusi ini ditegaskan “praktek penggusuran paksa merupakan sebuah kejahatan HAM berat, terutama berkaitan dengan hak atas perumahan yang layak”. Sebelumnya, Sub Komisi PBB juga mengeluarkan Resolusi 1992/14 (forced eviction), yang menegaskan hal yang sama. 

3.      Hak atas pelayanan kesehatan
Berdasar pada Pasal 28H ayat (1) Perubahan UUD 1945, “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”, semua warga berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal tanpa pengecualian.
Sudah ada upaya dari pemerintah untuk menjami pelayanan kesehatan dengan UU dan upaya lainnya seperti Askes, namun pada pelaksaannya masih ditemukan banyak penyimpangan yang tidak sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan.
Kepentingan orang miskin terhadap hak pelayanan kesehatan perlu diperhatikan oleh hukum dan tidak boleh menjadi beban bagi si miskin. Alasan kekurangan biaya pada diri pasien, hendaknya tidak menjadi dasar untuk menolak perikatan terapeutik antara pasien dengan lembaga penyedia jasa medis. 
Fenomena memprihatinkan lainnya adalah wacana penolakan beberapa rumah sakit terhadap penggunaan kartu jaminan kesehatan. Meskipun, sekedar wacana, hal itu cukup memberikan bukti kepada masyarakat tentang pengabaian hak-hak dasar masyarakat dibidang kesehatan.

4.      Hak atas pendidikan
Pasal 31 Perubahan UUD 1945 menentukan tentang pendidikan dan kebudayaan yaitu:
a.       Ayat (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan
b.      Ayat (2) Setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
Pendidikan adalah sebuah hak asasi sekaligus sebuah sarana untuk merealisasikan hak-hak asasi manusia lainnya. Pendidikan adalah proses bagaimana manusia mengenal diri dengan segenap potensi yang dimiliki dan memahami apa yang tengah dihadapinya dalam realitas kehidupan ini. Sadari bersama, tidak saja kualitas pendidikan yang harus diperhatikan oleh pemerintah tapi juga hak akses terhadap pendidikan, karena pendidikan merupakan sarana yang mutlak diperlukan untuk mewujudkan hak-hak hidup, seperti pekerjaan, kesehatan dan ketentraman.
Walaupun sudah banyak program yang dicanangkan pemerintah dalam pemenuhan hak atas pendidikan, seperti BOS, wajib belajar, kejar paket, dsb. Namun dalam pelaksanaanya masih banyak kasus yang menyebabkan seorang anak tidak mendapatkan pendidikan.
Faktor-faktor seperti ekonomi dan lingkungan menjadi alasan umum bagi seorang anak tidak mendapatkan pendidikan. Mereka yang kurang beruntung menjadi tidak dapat mengembangkan kemampuannya. Sehingga banyak dari mereka yang tetap hidup dalam kondisi yang sama pada generasi selanjutnya. Dibutuhkan kesadaran dari mereka untuk mau belajar sehingga ia dapat mengubah kondisi hidupnya dan memperbaiki generasi selanjutnya.


Untuk file MS Word bisa didownload di sini.
Untuk file MS Power Point bisa didownload di sini.

Senin, 07 Oktober 2013

Peninggalan Kebudayaan pada Masa Praaksara

Kebudayaan zaman batu terbagi lagi menjadi kebudayaan zaman batu tua (palaeolithikum), kebudayaan batu madya (mesolithikum), kebudayaan batu muda (neolithikum), dan kebudayaan batu besar (megalithikum).

1. Kebudayaan Batu Tua (Palaeolithikum)

Alat-alat hasil kebudayaan zaman batu tua antara lain.
 

a. Kapak Perimbas

Kapak ini terbuat dari batu, tidak memiliki tangkai, digunakan dengan cara menggengam. Dipakai untuk menguliti binatang, memotong kayu, dan memecahkan tulang binatang buruan. Kapak perimbas banyak ditemukan di daerah-daerah di Indonesia, termasuk dalam Kebudayaan Pacitan. Kapak perimbas dan kapak genggam dibuat dan digunakan oleh jenis manusia purba Pithecantropus.

Kapak Perimbas (Sumber: Encarta Encyclopedia)
Kapak Perimbas (Sumber: Encarta Encyclopedia)

b. Kapak Genggam

Kapak genggam memiliki bentuk hampir sama dengan jenis kapak penetak dan perimbas, namun bentuknya jauh lebih kecil. Fungsinya untuk membelah kayu, menggali umbi-umbian, memotong daging hewan buruan, dan keperluan lainnya. Pada tahun 1935, peneliti Ralph von Koenigswald berhasil menemukan sejumlah kapak genggam di Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Karena ditemukan di Pacitan maka disebut Kebudayaan Pacitan.

Kapak Genggam (Sumber: Encarta Encyclopedia)
Kapak Genggam
(Sumber: Encarta Encyclopedia)

c. Alat-alat Serpih (Flakes)

Alat-alat serpih terbuat dari pecahan-pecahan batu kecil, digunakan sebagai alat penusuk, pemotong daging, dan pisau. Alatalat serpih banyak ditemukan di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah, masih termasuk Kebudayaan Ngandong.

Alat-alat serpih (Sumber: Encarta Encyclopedia)
Alat-alat serpih (Sumber: Encarta Encyclopedia)

d. Perkakas dari Tulang dan Tanduk

Perkakas tulang dan tanduk hewan banyak ditemukan di daerah Ngandong, dekat Ngawi, Jawa Timur. Alat-alat itu berfungsi sebagai alat penusuk, pengorek, dan mata tombak. Oleh peneliti arkeologis perkakas dari tulang disebut sebagai Kebudayaan Ngandong. Alat-alat serpih dan alat-alat dari tulang dan tanduk ini dibuat dan digunakan oleh jenis manusia purba Homo Soloensis dan Homo Wajakensis.

Alat-alat dari Tulang dan Tanduk Hewan. (Sumber: Sejarah Nasional Indonesia)
Alat-alat dari Tulang dan
Tanduk Hewan. (Sumber: Sejarah
Nasional Indonesia)

2. Kebudayaan Batu Madya (Mesolithikum)

Kebudayaan batu madya ditandai oleh adanya usaha untuk lebih menghaluskan perkakas yang dibuat. Dari penelitian arkeologis kebudayaan batu madya di Indonesia memiliki persamaan kebudayaan dengan yang ada di daerah Tonkin, Indochina (Vietnam). Diperkirakan bahwa kebudayaan batu madya di Indonesia berasal dari kebudayaan di dua daerah yaitu Bascon dan Hoabind. Oleh karena itu pula kebudayaan dinamakan Kebudayaan Bascon Hoabind. Hasil-hasil kebudayaan Bascon Hoabind, antara lain berikut ini.

a. Kapak Sumatra (Pebble)

Bentuk kapak ini bulat, terbuat dari batu kali yang dibelah dua. Kapak genggam jenis ini banyak ditemukan di Sepanjang Pantai Timur Pulau Sumatera, antara Langsa (Aceh) dan Medan.

Kapak Sumatera (Sumber: Indonesian Heritage)
Kapak Sumatera
(Sumber: Indonesian Heritage)

 

b. Kapak Pendek (Hache courte)

Kapak Pendek sejenis kapak genggam bentuknya setengah lingkaran. Kapak ini ditemukan di sepanjang Pantai Timur Pulau Sumatera.

c. Kjokkenmoddinger

Kjokkenmoddinger berasal dari bahasa Denmark, Kjokken berarti dapur dan modding artinya sampah. Jadi, kjokkenmoddinger adalah sampah dapur berupa kulit-kulit siput dan kerang yang telah bertumpuk selama beribu-ribu tahun sehingga membentuk sebuah bukit kecil yang beberapa meter tingginya. Fosil dapur sampah ini banyak ditemukan di sepanjang Pantai Timur Pulau Sumatera.

d. Abris sous roche

Abris sous roche adalah gua-gua batu karang atau ceruk yang digunakan sebagai tempat tinggal manusia purba. Berfungsi sebagai tempat tinggal.

Abris sous roche.
Abris sous roche.

e. Lukisan di Dinding Gua

Lukisan di dinding gua terdapat di dalam abris sous roche. Lukisan menggambarkan hewan buruan dan cap tangan berwarna merah. Lukisan di dinding gua ditemukan di Leang leang, Sulawesi Selatan, di Gua Raha, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, di Danau Sentani, Papua.

Lukisan di Dinding Gua (Sumber: Album Peninggalan Sejarah dan Purbakala)
Lukisan di Dinding Gua
(Sumber: Album Peninggalan Sejarah dan Purbakala)

3. Kebudayaan Batu Muda (Neolithikum)

Hasil kebudayaan zaman batu muda menunjukkan bahwa manusia purba sudah mengalami banyak kemajuan dalam menghasilkan alat-alat. Ada sentuhan tangan manusia, bahan masih tetap dari batu. Namun sudah lebih halus, diasah, ada sentuhan rasa seni. Fungsi alat yang dibuat jelas untuk pengggunaannya. Hasil budaya zaman neolithikum, antara lain.

a. Kapak Persegi

Kapak persegi dibuat dari batu persegi. Kapak ini dipergunakan untuk mengerjakan kayu, menggarap tanah, dan melaksanakan upacara. Di Indonesia, kapak persegi atau juga disebut beliung persegi banyak ditemukan di Jawa, Kalimantan Selatan, Sulawesi, dan Nusatenggara.

Kapak persegi (Sumber: Sejarah Nasional Indonesia dan Umum)
Kapak persegi
(Sumber: Sejarah Nasional Indonesia dan Umum)

b. Kapak Lonjong

Kapak ini disebut kapak lonjong karena penampangnya berbentuk lonjong. Ukurannya ada yang besar ada yang kecil. Alat digunakan sebagai cangkul untuk menggarap tanah dan memotong kayu atau pohon. Jenis kapak lonjong ditemukan di Maluku, Papua, dan Sulawesi Utara.

Kapak Lonjong (Sumber: Sejarah Nasional Indonesia dan Umum)
Kapak Lonjong
(Sumber: Sejarah Nasional Indonesia dan Umum)

c. Mata Panah

Mata panah terbuat dari batu yang diasah secara halus. Gunanya untuk berburu. Penemuan mata panah terbanyak di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Mata Panah
Mata Panah

d. Gerabah

Gerabah dibuat dari tanah liat. Fungsinya untuk berbagai keperluan.

Gerabah (Sumber: IPS Sejarah)
Gerabah
(Sumber: IPS Sejarah)

e. Perhiasan

Masyarakat pra-aksara telah mengenal perhiasan, diantaranya berupa gelang, kalung, dan anting-anting. Perhiasan banyak ditemukan di Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

f. Alat Pemukul Kulit Kayu

Alat pemukul kulit kayu digunakan untuk memukul kulit kayu yang akan digunakan sebagai bahan pakaian. Adanya alat ini, membuktikan bahwa pada zaman neolithikum manusia pra-aksara sudah mengenal pakaian.


4. Kebudayaan Batu Besar (Megalithikum)

Istilah megalithikum berasal dari bahasa Yunani, mega berarti besar dan lithos artinya batu. Jadi, megalithikum artinya batubatu besar. Manusia pra-aksara menggunakan batu berukuran besar untuk membuat bangunan-bangunan yang berfungsi sebagai tempat pemujaan kepada roh-roh nenek moyang. Bangunan didirikan untuk kepentingan penghormatan dan pemujaan, dengan demikian bangunan megalithikum berkaitan erat dengan kepercayaan yang dianut masyarakat pra-aksara pada saat itu. Bangunan megalithikum tersebar di seluruh Indonesia. Berikut beberapa bangunan megalithikum.

a. Menhir

Menhir adalah sebuah tugu dari batu tunggal yang didirikan untuk upacara penghormatan roh nenek moyang. Menhir ditemukan di Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan.

Menhir
Menhir

b. Sarkofagus

Sarkofagus adalah peti mayat yang terbuat dari dua batu yang ditangkupkan. Peninggalan ini banyak ditemukan di Bali.

Sarkofagus
Sarkofagus


c. Dolmen

Dolmen adalah meja batu tempat menaruh sesaji, tempat penghormatan kepada roh nenek moyang, dan tempat meletakan jenazah. Daerah penemuannya adalah Bondowoso, Jawa Timur.

Dolmen
Dolmen


d. Peti Kubur Batu

Peti Kubur Batu adalah lempengan batu besar yang disusun membentuk peti jenazah. Peti kubur batu ditemukan di daerah Kuningan, Jawa Barat.

e. Waruga

Waruga adalah peti kubur batu berukuruan kecil berbentuk kubus atau bulat yang dibuat dari batu utuh. Waruga banyak ditemukan di daerah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.
 

f. Arca

Arca adalah patung terbuat dari batu utuh, ada yang menyerupai manusia, kepala manusia, dan hewan. Arca banyak ditemukan di Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

g. Punden Berundak

Punden berundak-undak merupakan tempat pemujaan. Bangunan ini dibuat dengan menyusun batu secara bertingkat, menyerupai candi. Punden berundak ditemukan di daerah Lebak Sibeduk, Banten Selatan.

Punden berundak
Punden berundak (Sumber: Kompasiana)

5. Kebudayaan Zaman Logam

Kebudayaan perunggu di Indonesia diperkirakan berasal dari daerah bernama Dongson di Tonkin, Vietnam. Kebudayaan Dongson datang ke Indonesia kira-kira abad ke 300 SM di bawa oleh manusia sub ras Deutro Melayu (Melayu Muda) yang mengembara ke wilayah Indonesia. Hasil-hasil kebudayaan zaman logam, antara lain.

a. Nekara

Nekara adalah tambur besar yang berbentuk seperti dandang yang terbalik. Benda ini banyak ditemukan di Bali, Nusatenggara, Maluku, Selayar, dan Irian.

b. Moko

Nekara yang berukuran lebih kecil, ditemukan di Pulau Alor, Nusatenggara Timur. Nekara dan Moko dianggap sebagai benda keramat dan suci.

c. Kapak Perunggu

Kapak perunggu terdiri beberapa macam, ada yang berbentuk pahat, jantung, dan tembilang. Kapak perunggu juga disebut sebagai kapak sepatu atau kapak corong. Daerah penemuannya Sumatera Selatan, Jawa, Bali, Sulawesi Tengah, dan Irian. Kapak perunggu dipergunakan untuk keperluan sehar-hari.
 

d. Candrasa

Sejenis kapak namun bentuknya indah dan satu sisinya panjang, ditemukan di Yogyakarta. Candrasa dipergunakan untuk kepentingan upacara keagamaan dan sebagai tanda kebesaran.

a) Nekara; c) Kapak Perunggu; b) Moko; d) Candrasa. (Sumber: Sejarah Nasional Indonesia dan Umum)
a) Nekara;       c) Kapak Perunggu;
b) Moko;                     d) Candrasa.
(Sumber: Sejarah Nasional Indonesia dan Umum)

e. Perhiasan Perunggu

Benda-benda perhiasan perunggu seperti gelang tangan, gelang kaki, cincin, kalung, bandul kalung pada masa perundagian, banyak ditemukan di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan Sumatera.

Perhiasan Perunggu (Sumber: Sejarah untuk SMA)
Perhiasan Perunggu
(Sumber: Sejarah untuk SMA)


f. Manik-manik

Manik-manik adalah benda perhiasan terdiri berbagai ukuran dan bentuk. Manik-manik dipergunakan sebagai perhiasan dan bekal hidup setelah seseorang meninggal dunia. Bentuknya ada silider, segi enam, bulat, dan oval. Daerah penemuannya di Sangiran, Pasemah, Gilimanuk, Bogor, Besuki, dan Buni.

Manik-manik (Sumber: Sejarah untuk SMA)
Manik-manik
(Sumber: Sejarah untuk SMA)

g. Bejana Perunggu

Bejana perunggu adalah benda yang terbuat dari perunggu berfungsi sebagai wadah atau tempat menyimpan makanan. Bentuknya bulat panjang dan menyerupai gitar tanpa tangkai. Benda ini ditemukan di Sumatera dan Madura.

h . Arca Perunggu

Benda bentuk patung yang terbuat dari perunggu menggambar orang yang sedang menari, berdiri, naik kuda, dan memegang panah. Tempat-tempat penemuan di Bangkinang (Riau), Lumajang, Bogor, dan Palembang.

Jumat, 27 September 2013

Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati adalah keseluruhan variasi makhluk hidup, yang meliputi bentuk, jumlah, penampilan, jumlah, serta ciri lain yang dapat ditemukan pada tingkat gen, spesies, maupun ekosistem.
Tingkatan Keanekaragaman hayati:
1.    Keanekaragaman tingkat gen:
Adanya variasi susunan gen dalam suatu spesies.
Contoh: Kucing anggora berbulu panjang, kucing siam, dan kucing balinese
2.    Keanekaragaman tingkat jenis:
Adanya perbedaan-perbedaan pada berbagai spesies makhluk hidup disuatu tempat.
Contoh: Di halaman terdapat pohon mangga, mawar, semut, belalang, kupu-kupu, melati.
3.    Keanekaragaman tingkat ekosistem:
Adanya interaksi antara lingkungan abiotik dengan sekumpulan makhluk hidup tertentu.
Contoh: Ekosistem sungai, ekosistem terumbu karang, ekosistem hutan.
Sistem Klasifikasi:
1.    Sistem Klasifikasi Alamiah
·      Diciptakan oleh Theophrastus (370SM - 285SM), salah satu murid Aristoteles.
·      Didasarkan pada bentuk yang dapat dilihat dengan mata biasa (morfologi).
·      Tumbuhan dibagi menjadi 4 kelompok: pohon, semak, perdu dan herba.
2.    Sistem Klasifikasi Buatan
·      Diciptakan oleh Carolus Linnaeus (1707-1778), ilmuwan Swedia
·      Dasar yang digunakan adalah alat reproduksi seksual, dasar lain yang digunakan adalah morfologi.
·      Merupakan penggolongan mahluk hidup berdasarkan pengaruhnya terhadap manusia
·      Misalnya: beracun atau berguna, piaraan atau liar, gulma atau sayuran.
3.    Sistem Klasifikasi filogenetik
·      Diciptakan oleh Charles Darwin 1859, menerbitkan buku tentang teori evolusi.
·      Ia menyatakan bahwa persamaan struktur tubuh menunjukkan hubungan kekerabatan yang lebih dekat.
·      Didasarkan urutan perkembangan mahluk hidup (filogeni) serta mengetahui hubungan kekerabatan antara satu dengan yang lainnya
Pengelompokkan disusun oleh kelompok (takson) yang paling umum sampai kepada kelompok yang paling khusus, dengan urutan tingkatan sebagai berikut :


1.      Regnum/Kingdom (Dunia/Kerajaan)
2.      Divisio/Phyllum (Tumbuhan/Hewan)
3.      Classis (Kelas)
4.      Ordo (Bangsa)
5.      Familia (Suku)
6.      Genus (Marga)
7.      Species (Jenis)


Alasan diperlukannya Nama Ilmiah:
1.    Dalam pemberian nama mahluk hidup kita mengenal nama daerah (anjing, dog) dan nama ilmiah (Canis sp.).
2.    Nama daerah hanya dapat dimengerti oleh penduduk di daerah itu.
3.    Nama Ilmiah digunakan sebagai alat komunikasi ilmiah di seluruh dunia menggunakan bahasa latin/yang dilatinkan.
4.    Setiap organisme hanya memiliki satu nama yang sah.
Sistem tata nama yang digunakan disebut "binomial nomenclatur" yaitu pemberian nama jenis/spesies dengan menggunakan 2 kata. Contoh: padi: Oryza sativa. Sistem binomial nomenklatur dipopulerkan pemakaiannya oleh Carolus Linnaeus. Cara penulisan:
1.    Kata depan        : Nama marga (genus).
2.    Kata belakang   : Nama petunjuk spesies (spesies epithet).
Cara Pemberian Nama Kelas, Bangsa Dan Famili:
1.    Nama kelas adalah nama genus + nae.
Contoh : Equisetum + nae, menjadi kelas Equisetinae.
2.    Nama ordo adalah nama genus + ales.
Contoh : zingiber + ales, menjadi ordo Zingiberales.
3.    Nama famili adalah nama genus + aceae.
Contoh : Canna + aceae, menjadi famili Cannacea
Pengelompokkan Mahluk Hidup.
Whitaker (1969) mengelompokkan mahluk hidup ke dalam lima kerajaan/regnum :
1.    Monera
Bersifat prokariotik (inti selnya tidak memiliki selaput inti). Regnum ini dibagi menjadi dua golongan yaitu :
1.   Golongan bakteri (Schizophyta/Schizomycetes)
2.   Golongan ganggang biru (Cyanophyta)
2.    Protista
Bersifat eukariotik (inti selnya sudah memiliki selaput inti).
Pembentukan regnum ini diusulkan oleh Ernst Haeckel atas pertimbangan adanya organise-organisme yann memiliki ciri tumbuhan (berklorofil) sekaligus memiliki ciri hewan (dapat bergerak).  Yang termasuk dalam regnum ini adalah: Protozoa & Ganggang bersel satu.
3.    Fungi (Jamur)
Organisme uniseluler (bersel satu) dan multiseluler yang tidak berklorofil, fungi multiseluler dapat membentuk benang-benang yang disebut hifa. Seluruh anggota dari regnum ini bersifat heterotrof. Regnum ini dibagi menjadi beberapa divisi yaitu:


1. Oomycotina
2. Zygomycotina
3. Ascomycotina
4. Basidiomycotina
5. Deuteromycotina


4.    Plantae (Tumbuhan Hijau)
Organisme multiseluler dan sel-selnya mempunyai dinding sel. Hampir seluruh anggota berklorofil sehinga sifatnya autotrof. Yang termasuk dalam Regnum Plantae adalah:


1. Ganggang bersel banyak (diluar ganggang biru)
2. Lumut (Bryophyta)
3. Paku-pakuan (Pteridophyta)
4. Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)


5.    Animalia (Kerajaan Hewan)
Organisme multiseluler, yang sel-selnya tidak berdinding sel dan tidak berklorofil sehingga bersifat heterotrof. Yang termasuk regnum ini adalah filum :


1. Porifera
2. Coelenterata
3. Platyhelminthes
4. Nemathelminthes
5. Annelida
6. Echinodermata
7. Arthropoda
8. Chordat



Keanekaragaman Indonesia Berdasarkan Karakteristik Wilayah
         Indonesia berada di antara dua benua, yaitu Asia dan Australia,
         Terletak di khatulistiwa.
         Berada pada pertemuan dua rangkaian pegunungan muda, yakni sirkum pasifik dan rangkaian sirkum mediterania, memiliki banyak gunung berapi.
Persebaran Hewan Di Indonesia
Fauna di Indonesia mencerminkan posisinya di antara Benua Asia (Oriental) dan Benua Australia (Australian). Di antara landas Kontinen sunda dan wilayah laut dalam terdapat batas fauna flora Asia disebut garis Wallace. Diantara landas Kontinen Sahul dan laut dalam dibagian tengah terdapat batas fauna fauna Australian dan disebut garis Weber.
Persebaran Tumbuhan Di Muka Bumi
Flora Indonesia termasuk dalam kawasan Malesiana.Kawasan ini dibatasi oleh tiga simpul demarkasi yang masing-masing terletak di Selat Torres di bagian selatan, Jazirah Kra (Thailand) di bagian barat, dan di ujung utara pulau Luzon (Filipina).
Flora Melanesia
Meliputi tumbuh-tumbuhan yang terdapat di Sumatera, Kalimantan, Filipina Utara, dan Kepulauan Indonesia lainnya. Tumbuhan khas malesiana yang terkenal adalah Rafflesia arnoldii.
Keunikan keanekaragaman hayati di Indonesia:
1.    Adanya fauna bertipe Oriental, Australis dan peralihan.
2.    Memiliki tumbuhan (Flora) bertipe Malesiana.
3.    Memiliki hewan dan tumbuhan yang endemik.
4.    Memiliki hewan dan tumbuhan yang langka
Ciri-ciri Daerah Oriental
1.    Mamalia berukuran besar. Contoh: Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatrensis), banteng (Bos sondaicus), harimau sumatra (Panthera tigris sondaicus)
2.    Banyak jenis primata. Contoh: orang utan sumatra (Pongo pygmaeus obelii), orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus pygmaeus), kera (Macaca fascicularis)
3.    Warna bulu burung kurang menarik dan tidak beragam. Contoh: burung Rangkong (Rhinoplax vigil), murai (Myophoneus sp)
Ciri Hewan daerah Australis
1.    Mamalia berukuran lebih Kecil.
2.    Memiliki mamalia berkantong. Contoh: walabi kecil (Dorcopsulus)vanheurni), walabi semak (Thylogale bruijni), kanguru pohon (Dendrolagus ursinus)
3.    Warna bulu burung lebih menarik dan beragam. Contoh: burung cendrawasih (Paradisaea minor), burung kasuari (Casuarius casuarius)
Ciri Hewan Daerah Peralihan
Pada daerah peralihan atau transisi Oriental-Australis (Sulawesi dan Nusa Tenggara) terdapat hewan-hewan dengan ciri khas tersendiri. Contoh: komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo (NTT), babi rusa (Babyrousa babyrussa), anoa (Bubalus depressicornis), dan burung maleo (Macrocephalon maleo) di Sulawesi
Hewan dan Tumbuhan Endemik
  Hewan Endemik:
  1. Komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo
  2. Badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon-Banten


  1. Babi rusa
  2. Musang Sulawesi
  3. Tarsius


  Tumbuhan Endemik:
  1. Bunga Raflesia (Rafflesia arnoldii) di hutan-hutan Bengkulu, Sumatera Barat an Jambi.


  1. Rafflesia borneensis di Kalimantan
  2. Matoa (Pometia pinnata)
  3. Ratu slur permata hijau (Strongylodon macrobotrys)


Hewan dan Tumbuhan Langka
         Hewan Langka:


  1. Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis)
  2. Harimau sumatra (Panthera tigris)
  3. Tapir (Tapirus indicus)
  4. komodo (Varanus komodoensis)


         Tumbuhan Langka:


  1. Matoa (Pometia pinnata)
  2. Gandaria (Bouea macrophylle)
  3. Badali (Raermachera gigantea)
  4. Sawo kecik (Manilkara kauki)
  5. Bendo (Artrocarpus elasticus)


Manfaat Keanekaragaman Hayati
1.    Penghasil SDA Hayati
a.    Sumber kayu ; sumber karbohirat dan protein;
b.    Sumber obat-obatan dan kosmetika
c.    Sumber plasma nutfah (sumber gen)
d.   Sumber pangan,
   Indonesia memiliki 400 spesies tanaman buah, 370 spesies tanaman sayuran, 70 spesies tanaman berumbi, dan 55 spesies tanaman rempah-rempah.
2.    Sumber sandang dan papan,
   Kapas, rami, yute, kenaf, abaca, agave,  kayu jati, kayu nangka, dan pokok kelapa (glugu) digunakan sebagai bahan bangunan.
3.    Nilai budaya: kenanga, melati, cempaka, pandan, sirih, dan cendana dipakai dalam upacara adat
4.    Sebagai sarana pengembangan Ilmu pengetahuan, pendidikan, rekreasi dan wisata
Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati
1.    Hilangnya Habitat dan fragmentasi.
Hilangnya habitat adalah menyusutnya materi pada tempat yang sesuai (cocok) untuk hidup  Fragmentasi habitat adalah pemisahan suatu habitat menjadi lebih kecil lagi
2.    Spesies-spesies eksotik (introduksi spesies).
   Introduksi spesies adalah suatu upaya mendatangkan spesies asing ke suatu wilayah yang telah memiliki spesies lokal. Contoh: di Indonesia, penggunaan padi unggul telah menyebabkan punahnya padi tradisional
3.    Degradasi habitat.
Degradasi habitat adalah kerusakan habitat karena polusi, miisalnya hujan asam, eutrofikasi, efek rumah kaca.
4.    Eksploitasi secara berlebihan
5.    Industrialisasi Kehutanan dan perikanan
6.    Perubahan Iklim Global
Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati
}  MELALUI KONSERVASI
1.    Cagar alam yaitu kawasan suaka alam yang memiliki tumbuhan, hewan, ekosistem yang khas sehingga perlu dilindungi. Contoh: Cagar Alam Hutan Pinus janthoi di Aceh, Cagar Alam Lembah Anai di Sumbar
2.    Suaka margasatwa yaitu kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan jenis satwa (hewan) yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.
3.    Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi. Taman ini biasanya dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budi daya, pariwisata, dan rekreasi alam.
4.    Taman Wisata Alam yaitu kawasan pelestarian alam dengan tujuan untuk kepentingan pariwisata dan rekreasi alam.
5.    Taman Buru yaitu kawasan yang didalamnya terdapat potensi satwa buru yang diperuntukkan untuk rekreasi berburu. Contoh: Taman Buru Pulau Pini  di Sumut, taman Buru Semidang Bukit kelabu di bengkulu
6.    MELALUI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Peraturan perundangan ini bertujuan untuk melindungi beberapa jenis hewan yang terdapat di Indonesia
7.    MELALUI KEPPRES
Misalnya Keppres no 4 tahun 1993 yang telah menetapkan beberapa tumbuhan dan hewan asli Indonesia sebagai tumbuhan dan hewan nasional.
  Tumbuhan dan Hewan Asli Indonesia:
1.    Rafflesia arnoldii, sebagai bunga langka.
2.    Melati, sebagai bunga bangsa.
3.    Elang jawa, sebagai satwa udara nasional.
4.    Ikan solera merah, sebagi satwa air nasional.


Untuk file Ms Word bisa didownload di sini.
Untuk file Ms Power Point bisa didownload di sini.